Ada seekor kupu kupu.
Dia indah.
Dulu aku memilikinya, tapi dia belum seindah sekarang.
Masih jadi ulat yang tak begitu menarik.
Lalu kurawat ulat itu hingga menjadi kepompong.
Kujaga kepompong itu hingga waktunya tiba.
Sekarang, kepompong yang kujaga dan kurawat itu telah bermetafosa menjadi kupu kupu yang sayapnya begitu cantik dan semua mata tertarik pada sayapnya.
Aku begitu senang, hingga aku lupa bahwa kupu kupu tersebut bukan milikku seorang.
Aku lupa, karna sesuatu yang bersayap itu akan terbang. Dia ingin bebas.
Mungkin egoku melebihi rasa sadarku.
Aku tidak ingin kupu kupu itu terbang.
Aku tidak mau sesuatu yang kurawat dari nol lalu dia pergi begitu saja, hanya karna dia sudah bersayap.
Sungguh begitu egois.
Hingga akhirnya aku sadar.
Semakin kupegang erat dia, semakin pula dia tersiksa.
Mungkin sangat tidak adil untuk aku.
Tapi, hey? It just a butterfly right?
Dia makhluk Tuhan juga.
Dia ingin bebas.
Lalu ku biarkan kupu kupu itu lepas dari genggamanku.
Biarlah.
Biarlah aku yang merawatmu, lalu kau pergi sesukamu, hingga sayapmu tidak dapat kau pakai lagi.
Aku ikhlas :)
Tapi, jika sayapmu tidak lagi bisa kau gunakan...
Pulanglah wahai kupu kupuku :)
Aku berharap, sesuatu yang bersayap itu akan pulang ke sarangnya.
-261216-