Selasa, 13 September 2016

Gue

Gue.
Adalah manusia.
Yang jauh dari sempurna.
Yang moodnya kadang berubah ubah.
Yang keras kepala.
Yang belum dewasa, padahal udah 20 tahun.

Gue pikir, ada kalanya gue kepengen jadi yang baik.
Tapi nyatanya, gue kadang jahat.

Gue berhijab,
Image hijab adalah seorang perempuan yang cantik, kalem, cerdas yang tiap ngomong "alhamdulillah, masyaAllah, innalillahi, subhanallah, dll" yang kalo pake baju gak nyepak sana sini kerudung syar'i yah intinya yang soleha laaah.
Tapiii, disini gue kadang masih suka pake celana jeans, kerudung lipet lipet biar gaul, ngomongnya masih lu-gue, ngatain orang bego, ngomongin orang, judge orang suka suka jidat gue, pacaran, yah intinya gue bukan image hijabers yang baiklah.
But,
Kalian liat deeh,
Kadang seseorang itu bukan hanya kita lihat dari hijabnya, bajunya, atau make upnya.
Kadang yang make upnya menor belum tentu dia bad attitude,
Kadang yang hijabnya syar'i pake cadar dan macem macem belum tentu dia baik,
Yang pake baju nanggung pusernya kemana mana belum tentu dia nakal.
Karna semua manusia yang ada di dunia ini gak sempurna. Termasuk perempuan yang berhijab syar'i sekalipun.
Bedanya, yang berkerudung syar'i dia sudah melewati proses dimana dia pernah jadi mereka yang berkerudung nyepak nyepak. Jujur, gue dulu pake kerudung juga masih suka pake legging nyepak kemaana mana, tapi karna seseorang yang (sampe sekarang) ada di hati dan doa gue, gue berubah. Emang gak signifikan sihh, at least gue gak make legging lagi dan nyoba pake jeans (yang gak peensil) yang lurus, jd lekuk betis gue gak keliatan. Ah jadi keinget tuh orang kaan. Udah deh nulisnya.

Minggu, 11 September 2016

Bukan Puisi

Siang ini. Siang yang panjang.
Siang yang harus kulewati dengan rasa rindu yang teramat.
Dan sialnya rindu ini tidak bisa kuobati dengan obat yang paling mahal sekalipun.

Sampai sekarang rindu ini tetap menikam hatiku.
Setiap hari. Setiap detik.
Dan lucunya kau tidak bertanggung jawab atas kerinduan ini.

Hai? bahkan untuk memanggilmu saja aku tidak ada nyali.
 Nyaliku terlalu ciut untuk melawan harga diriku.
Harga diriku di depan dia.
Dia yang kau pilih sebagai pendampingmu.

Jika memang waktuku sudah habis denganmu,
Lalu kenapa rasa ini tak ikut dengan habisnya waktuku bersamamu?
Dan kenapa pula aku masih ikut terbawa dalam anganmu?
Anganmu yang sampai saat ini mustahil untuk kau buktikan.

 Entah sudah berapa banyak air mata yang sudah dijatuhkan
Entah harus setebal apa kupingku untuk menepis semua kenyataan yang mereka gumamkan.
Berapa malam lagi yang harus kubayar untuk melunaskan rindu juga perasaan ini?

Malam ini

Hai?!
yang jelas sudah kesekian kalinya aku nulis yang gak jelas. Dan umtuk kesekian kalinya aku on lagi setelah lama hiatus, walaupun gak ada yang baca, cuma punya sensasi sendiri aja punya blog sendiri, nulis nulis gajelas, hehehehe...
Aku masih dengan kesibukanku, yang terus menerus membuatku mengeluh diantara kenikmatan yang diberikan Tuhanku. Kuncinya sih satu "jalanin ajalah yaaa"
Malam ini malam takbiran, dan aku masih harus bekerja untuk besoknya. Aku masih harus menerima telepon dari pelanggan yang memesan pizza untuk diantar kerumahnya. Aku masih harus menerima complaint dari pelanggan yang sudah tidak sabar menanyakan pizza nya yang belum mereka terima. Ya itulah pekerjaanku, tiada pekerjaan hina, lakukan dengan mulia.